Minggu, 25 April 2010

Persamaan dan Perbedaan OSI & TCP/IP

Persamaan dan Perbedaan OSI & TCP/IP

Ade Firmansyah
NIM 090010036
Internet dan Infrastruktur
STMIK STIKOM BALI, Indonesia
capt_subi@yahoo.com

ABSTRAK
Persamaan antara OSI Reference Model dengan TCP/IP Model:

Persamaan OSI dan TCP/IP :
1) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki layer (lapisan).
2) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar OSI layer dan TCP/IP layer adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).

Perbedaan OSI dan TCP/IP :
1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer
2. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.
3. Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.
4. Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.
5. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”
Kata Kunci:
Layer,Jaringan,Paket Switching,hubungan,Protokol



KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah berkat ridho dan berkah yang diberikan oleh Alloh
SWT pada kesempatan ini, sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini
pada waktunya dengan baik dan lancer.
Dalam makalah yang berjudul “ Perbandingan Model Referensi TCP/IP
dan OSI “ ini, kami mencoba menyajikan pengertian masing-masing model
referensi disertai pula dengan perbandingan dan perbedaan diantara keduanya.
Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Jaringan Komputer pada semester
ini. Kami hanya berharap, mudah-mudahan, makalah yang singkat ini mampu
memberikan manfaat serta pengetahuan kepada para pembaca yang budiman.
Kami sampaikan pula ucapan terima kasih kepada Bpk. Yoga Dwi P,
S.Kom selaku dosen pengajar Mata Kuliah ini atas bantuan dan ilmunya yang
telah dan akan diberikan.
Akhirnya, penyusun menyadari akan keterbatasan kami sebagai manusia.
Makalah ini belumlah sepernuhnya sempurna, oleh dari itu kritik dan saran sangat
kami harapkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Protokol adalah aturan atau sekumpulan aturan dan standar yang
memungkinkan komputer untuk dapat saling berkomunikasi [1]. Bagi komputer
pengirim (sender) maupun penerima (receiver) yang terlibat dalam sebuah proses
pengiriman data, mereka harus dapat mendeteksi dan menggunakan protokol yang
sama. Untuk melakukan pertukaran data sender dan receiver (host) harus sepakat
tentang bagaimana bentuk dan arti data tersebut, misalya ketika sebuah host
mengirimkan data 1 dan 0 ke host lainnya, kedua host harus sepakat tentang arti dari
data 1 dan 0 yang dikirimkan itu. Hal ini serupa dengan dua orang yang akan
melakukan sebuah percakapan, mereka harus setuju tentang siapa yang akan berbicara
pertama kali, bagaimana mengungkapkannya, bagaimana memahaminya sehingga
dapat dimengerti dan bagaimana cara mengakhiri percakapan tersebut. Seperti dapat
dilihat pada gambar 1, kabayan sebagai host mencoba untuk berkomunkasi dengan
host lainnya.
Sunda
Indonesia
Jawa
Urdu
Indonesia
Tagalog
Kabayan Kang Kemod
Gambar 1. Kabayan mencoba berbicara dengan Kang Kemod.
1.2. Tujuan
Adapun tujuan disusunnya makalah ini antara lain :
1. Mengetahui model referensi TCP/IP
2. Mengetahui model referensi OSI
3. Mampu membandingkan antara model referensi TCP/IP dengan model
referensi OSI, meliputi kelebihan maupun kekurangannya.
4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Jaringan Komputer.

BAB II
PEMBAHASAN
OSI Model
Pada tahun 1977 ISO (International Organization for Standarization) menetapkan OSI
(Open Standard Interconnection) sebagai standar bagi komunikasi data, OSI adalah sebuah
standar baku dan ia hanyalah sebuah model rujukan, jika kita misalkan suatu model adalah
sebuah pertanyaan, maka protokol adalah jawabannya. Suatu protokol hanya dapat
menjawab satu atau beberapa pertanyaan tertentu yang spesifik atau dengan kata lain suatu
protokol hanya melayani suatu lingkup wilayah yang sangat terbatas. Sebuah protokol
tentu saja tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh sebuah model,
akan tetapi dengan menggabungkan berbagai macam protokol dalam sebuah protokol suite
(misalnya TCP/IP) kita dapat menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh model
yang ada.

1. 1 Tujuh Layer OSI
OSI model dibuat dengan tujuan agar komunikasi data dapat berjalan melalui
langkah-langkah yang jelas, langkah-langkah ini biasa disebut dengan nama “layer” dan
Model OSI terdiri dari tujuh layer dengan pembagian tugas yang jelas, ke tujuh layer itu
adalah:
• Aplication
• Presentation
• Session
• Transport
• Network
• Data-Link
• Physical
Tanggung jawab setiap layer adalah menyediakan servis bagi layer diatasnya, layer yang
berada diatas tidak perlu tahu tentang bagaimana data bisa sampai kesana atau apapun
yang terjadi di layer di bawahnya (lihat gambar 2).
Gambar 2. Tujuh layer OSI
Aplication Layer
Layer paling tinggi dari model OSI adalah aplication layer, seluruh layer dibawahnya
bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah mengatur komunikasi antar
aplikasi.
Presentation Layer
Presentation layer adalah layer yang berada dibawah application layer dan diatas session
layer, presentation layer menambahkan struktur pada paket data yang akan dikirimkan.
Tugas utama layer ini adalah untuk meyakinkan bahwa data atau informasi terkirim dengan
bahasa atau syntax yang dapat dipahami oleh host yang dituju. Protokol pada presentation
layer dapat menterjemahkan data kedalam bahasa atau syntax yang dapat dimengerti dan
kemudian mengkompres atau mengenkripsi data sebelum menyampaikan data ke session
layer.
Session Layer
Session layer berada di bawah presentation layer, layer ini bertugas untuk mengontrol
“dialog” selama komunikasi berlangsung, layer ini bertanggung jawab dalam hal
bagaimana membentuk sambungan, bagaimana menggunakan sambungan tersebut, dan
bagai mana memutuskan sambungan yang terbentuk setelah sebuah sesi komunikasi selesai.
Session layer juga menambahkan control header pada paket data selama pertukaran data
terjadi.
Transport Layer
Dibawah session layer ada transport layer, layer ini menjamin diterimanya paket data yang
dikirim. Transport layer juga dapat membentuk sebuah sambungan dan mengirim
acknowledgment ketika paket data diterima.
Network Layer
Network layer yang berada dibawah transport layer bertanggung jawab dalam hal routing
dari paket-paket data yang didasarkan pada logical address dari paket-paket data tersebut.
Network layer memotong-motong data dan menyusunya kembali jika diperlukan, ia
mengirim paket-paket data dari sumber ke tujuan.
Data-Link Layer
Dibawah network layer adalah data-link layer, layer dimana data dipersiapkan untuk
dikirimkan melalui jaringan, pada layer ini paket data di kapsulasi dalam sebuah frame
(bundle dari data biner) sebelum dikirimkan. Protokol pada layer ini membantu dalam hal
pengalamatan (addressing) dan pendeteksian kesalahan dari data yang dikirimkan. Layer
ini bertanggung jawab dalam megirimkan data dari satu hoop ke hoop yang lain. Data-link
layer terdiri dari dua sublayer yaitu; sublayer Logical Link Control (LLC) dan sublayer
Media Access Control (MAC). Sublayer LLC adalah antarmuka antara protokol network
layer dengan metode pengaksesan media misalnya Ethernet atau Token Ring. Sublayer
MAC menangani koneksi ke media fisik seperti twisted-pair atau pengkabelan koaksial.
Physical Layer
Layer paling bawah dalam model OSI adalah physical layer. Layer ini menjelaskan
bagaimana pengiriman dan penerimaan bit-bit data sepanjang media transmisi seperti;
kabel koaksial, twited-pair, serat optic, gelombang radio atau media transmisi yang lainya.

1. 2 Bagaimana Model OSI Bekerja
Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data
ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer
kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data
ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus
demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media
transmisi ke host tujuan.
Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah ke
layer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari
media transmisi kemudian mengirimkannya ke data-link layer, data-link layer memeriksa
data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang
dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju
oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut
sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini
disebut dengan “peer-layer communication”. Pada gambar 3 dapat dilihat ilustrasi dari
peer-layer comunicaion.
Layer 7
Aplications Layer
Layer 6
Presentation Layer
Layer 1
Physical Layer
Layer 2
Data Link Layer
Layer 3
Network Layer
Layer 4
Transport Layer
Layer 5
Session Layer
Layer 6
Presentation Layer
Layer 7
Aplications Layer
Layer 2
Data Link Layer
Layer 3
Network Layer
Layer 4
Transport Layer
Layer 5
Session Layer
Menunjang aplikasi untuk berkomunikasi
melalui Jaringan
Memformat data sehingga dapat dikenali di
penerima
Membentuk koneksi, kemudian
memutuskanya ketika seluruh data telah
terkirim
Mengatur flow control, acknowledgment dan
mengirim ulang data jika diperlukan
Menambahkan alamat jaringan pada paket
Menambahkan MAC address pada paket
Layer 1 Mengirimkan data melalui media transmisi
Physical Layer
Gambar 3. Proses pengiriman dan penerimaan data pada model OSI
Kemunculan Internet tidak dapat dipisahkan dari kemunculan jaringan komputer, karena
sejatinya Internet adalah sebuah jaringan komputer yang sangat luas yang melingkupi
seluruh dunia (World Wide). Internet telah merevolusi teknologi komputer dan komunikasi
sedemikian hebatnya sehingga dunia kita tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi.
Penemuan telegraf, telepon, radio dan komputer telah meningkatkan level teknologi yang
kita miliki, tetapi menggabungkan semuanya membawa kita ke level teknologi yang
bahkan lebih tinggi lagi. Intenet telah menghapus batas-batas geografis, semua orang dapat
saling berkomunikasi dari mana dan di mana pun mereka berada, hal ini sedikit banyak
telah merubah cara orang-orang dalam berinteraksi satu sama lain.
Pengertian TCP/IP
TCP/IP adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar
komputer , TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila kita ingin terkoneksi ke Internet
kita harus menggunakan protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah kemudian komputer
di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi.7
2. 2 Model TCP/IP
Pada tahun 1974 Vint Cerf dan Bob Khan dua perintis Internet, mempublikasikan sebuah
tulisan berjudul “A Protocol for Packet Network Interconnection”, tulisan ini
menggambarkan tentang Transmission Control Protocol (TCP). TCP menjelaskan
bagaimana dua buah host dapat saling berkomunikasi dan bagaimana kedua host ini tetap
terkoneksi satu sama lain ketika data dikirim. TCP bertanggung jawab untuk memastikan
data diterima di host tujuan. TCP meninggalkan jejak tentang apa yang dikirim dan dikirim
ulang (informasi apapun yang tidak berhasil dikirimkan), jika suatu data terlalu besar untuk
dikirim sebagai sebuah paket, TCP memecah data tersebut kedalam beberapa paket dan
memastikan bahwa seluruh paket yang dikirim dapat sampai di tujuan dengan benar,
setelah itu TCP menyusun kembali paket-paket tersebut sesuai dengan urutannya dan
kemudian merekonstruksi data yang dikirim. Pada tahun 1978 percobaan dan
pengembangan lebih lanjut dari protokol ini mengalami banyak kemajuan yang menggiring
para pengembangnya pada sebuah protokol baru yang disebut dengan Transmission
Control Protocol/Internet Protocol.
2. 3 Arah Pengembangan TCP/IP
TCP/IP telah berkembang sedemikian rupa hingga sampai pada level yang seperti sekarang.
Protokol TCP/IP telah di test, dimodifikasi dan di tingkatkan dari waktu-kewaktu. Protokol
TCP/IP yang asli memiliki beberapa tujuan dalam mewujudkan sebuah jaringan komputer
yang luas dan mudah dikembangkan, tujuan-tujuan itu diantaranya:
• Independensi hardware: sebuah protokol yang dapat digunakan pada Machintosh, PC,
Mainframe atau komputer jenis apapun.
• Independensi software: sebuah protokol harus dapat digunakan oleh produsen dan
aplikasi software yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan sebuah host pada suatu
situs untuk berkomunikasi dengan host lain di situs yang lainnya tanpa memerlukan
konfigurasi software yang sama
• Rekoveri kesalahan dan penanganan error: sebuah protokol harus mampu memperbaiki
kesalahan secara otomatis atas drop atau hilangnya data. Protokol ini harus mampu
mencegah/mengembalikan kehilangan/rusaknya data dari host manapun di bagian
manapun dari jaringan serta pada point manapun dari pengiriman suatu data.
• Protokol yang efisien dengan atribut yang minimal (tidak terlalu banyak tambahan
atribut)
• Kemampuan untuk menambah koneksi tanpa menggangu servis dalam jaringan.
• Routable data: sebuah protokol harus mampu mencari jalan untuk menyampaikan data
sehingga data tersebut dapat sampai ketujuan.
TCP/IP telah dikembangkan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan ini
2. 4 Empat Layer TCP/IP
Paket protokol TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI di publikasikan, karenanya
TCP/IP tidak menggunakan model OSI sebagai rujukan. Model TCP/IP hanya terdiri dari
empat layer sebagaimana terlihat pada gambar 4 yaitu:
• Application
• Transport
• Internet
• Network Interface

Aplication Layer
Aplication layer adalah bagian dari TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses,
aplikasi pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk
diproses. Aplication layer bukanlah tempat bagi word processor, spreadsheet, internet
browser atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layer
berinteraksi dengan word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya,
contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini misalnya FTP dan HTTP.
Transport Layer
Transport layer menentukan bagaimana host pengirim dan host penerima dalam
membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomuikasi, serta seberapa
sering kedua host ini akan mengirim acknowledgment dalam sambungan tersebut satu
sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP
(Transport Control Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP
bertugas; membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya
data sedangkan UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.
Internet Layer
Internet layer dari model TCP/IP berada diantara network interface layer dan transport
layer. Internet layer berisi protokol yang bertanggung jawab dalam pengalamatan dan
routing paket. Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :
• Internet Protokol (IP)
• Address Resolution Protokol (ARP)
• Internet Control Message Protokol (ICMP)
• Internet Group Message Protokol (IGMP)
Network Interface Layer
Layer terbawah dari model TCP/IP adalah Network Interface Layer, tanggung jawab utama
dari layer ini adalah menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam
suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke
suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.

3. Perbandingan model OSI dengan TCP/IP
TCP/IP dikembangkan dengan mengacu pada model DoD (Departement of Defense), tidak
seperti model OSI model DoD hanya memiliki empat layer, tapi tetap saja model DoD
dapat berfungsi sebagaimana model OSI. Adapun perbandingan antara model OSI dan
TCP/IP dapat dilihat pada gambar 5.
Gambar 5. Perbandingan antara model OSI dengan model DoD atau model
TCP/IP
Aplication layer melingkupi; Application, Presentation dan Session Layer pada model OSI.
Transport layer serupa dengan transport layer pada model OSI. Internet layer melingkupi
network layer dari model OSI. Network Interface layer melingkupi data-link layer dan
physical layer pada model OSI
Perbedaan TCP/IP dan OSI
Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI
telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer
arsitektur TCP/IP adalah sbb :
Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran
fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi
bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat
fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan
media fisik yang berbeda-beda.
Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI.
Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan
secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi
kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada
lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk
jaringan Paket Radio dsb.
Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang
berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet
Kuliah Jaringan Komputer
Oleh Kelompok “FIBER OPTIC”
10
yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas
untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana
pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam
mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa
tugas penting pada lapisan ini adalah:
�� Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan.
Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP
Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada
level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan
komputer yang digunakan.
�� Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan
yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP).
Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya
ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang
dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah
yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
�� Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara
end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang
diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada
pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
�� Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut
harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan
kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
�� Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah
informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari
kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima
tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang
mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup
berartii.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol
(TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi
yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang
membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang
tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat
connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada
mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga
unreliable protocol. Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan
penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol
transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan
response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video
conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau
suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat
delay yang cukup berarti.
Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi
mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak
protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan.
Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP
(File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk
aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan
lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga
keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.

BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Pada bagian penutup ini penyusun mencoba mengambil beberapa
kesimpulan dari makalah yang kami susun ini, antara lain :
1. OSI model dibuat dengan tujuan agar komunikasi data dapat berjalan melalui
langkah-langkah yang jelas Model OSI terdiri dari tujuh layer, ke tujuh
layer itu adalah:
a. Aplication
b. Presentation
c. Session
d. Transport
e. Network
f. Data-Link
g. Physical
2. TCP/IP adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi
antar computer Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer yaitu:
�� Application
�� Transport
�� Internet
�� Network Interface
3. Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari
lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP
3.2. SARAN
Makalah yang kami susun mengenai perbandingan model referensi TCP/IP dan
OSI mungkin belumlah cukup tanpa penjelasan lebih lanjut dari Dosen pengajar Mata
Kuliah Jaringan Komputer.

2 komentar:

  1. kk kasi tau donk cara gnti background di postingan????

    BalasHapus
  2. setelah masuk blog mu, pilih desain (biasa sebelah kanan atas post) trus pilih template,,liat uda sebelah kiri post,,,biasanya ada template,latar belakang,dll,,
    selamat mencoba,,,

    BalasHapus